Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Be A Happy

HomeProfil SMP N 1 Gresik Singkat
selamat datang di smp n1 gresik,
di sekolah kami menjadi sekolah project untuk SBI di sana hanya menyelenggarakan kelas SBI hanya 2 kelas, untuk tahun pelajaran 2008-2009 akan ditambah menjadi 3 kelas, SBI pembelajaran tidak hanya bilingual namun semua sarana dan prasarana juga harus distandarkan ke standar international.

Bapak Ibu Guru SMP N se Kab Gresik, khususnya Guru TIK yang tergabung dengan MGMP TIK, mohon mendownload dokumen ini ( LKS tahun 2009 dan LKS 2010),  dan segera di edit di revisi, di perbaiki sebaik mungkin dan segera di kirimkan ke email saya : muissmp1gresik@gmail.com, tanggal 1 April 2011.
terima kasih atas perhatiannya.
Attachment: LKS_ smt ganjil 2010.zip
Attachment: lks tik 2009-2010.zip

Blog EntryAug 13, '09 11:18 PM
for everyone

 

Para sahabat yang aku cintai, kali ini kita akan memundurkan waktu sejenak dan melihat apa yang terjadi pada diri kita tatkala kita berada di dalam rahim ibunda kita. Sungguh begitu Agungnya Sang Ilahi membentuk, menjaga dan memelihara diri kita. Kasih Sayang-Nya meliputi seluruh alam semesta. Sungguh Engkau-lah Tuhan kami Yang Maha Pengasih.

Sahabatku, foto-foto di bawah ini memperlihatkan proses apa saja yang terjadi pada sang janin hingga pada akhirnya ia menjadi seorang manusia. Prosesnya dijelaskan secara bertahap dimulai dari minggu ke 8. Mari Sahabatku kita mulai perjalanan ini.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”

“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya.

Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS 3:6)

 

Dimulai pada minggu ke 4-8:

Terjadi pembentukan awal embrio (manusia dini) yang sudah memiliki sistim vaskuler (peredaran darah). Jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan.Pada fase ini pun sudah terbentuk kantung ketuban yang terdiri dari dua selaput tipis. Selaput ini berisi air ketuban tempat bayi terapung di dalam rahim. Air ketuban akan menjaga bayi dari cedera akibat benturan dari luar selama masa kehamilan.

***

Pada minggu ke 8-12:

Organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Bentuk kepalanya pun kini lebih besar dibandingkan dengan badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut.

 

Pada minggu ke 12-16:

Paru-parunya janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu, dan di matanya mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna. Bahkan kakinya pun sudah tumbuh lebih panjang dari tangannya.

***

Pada minggu ke 16-20:

Hidung dan telinga tampak jelas, kulit merah, rambut mulai tumbuh, dan semua bagian sudah terbentuk lengkap. Pembuluh darah terlihat dengan jelas pada kulit janin yang tipis. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya.

Pada minggu ke 20-24:

Pada saat ini, alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.

***

Berkat teknologi 3D Ecography, anda bisa melihat sang janin dengan jelas, bahkan ekspresi wajahnya.

***

Pada minggu ke 24-28:

Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk. Di kulit kepala rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara.

***

Pada minggu ke 28-32:

Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip akibat melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. Si kecil kini sudah terbentuk dengan sempurna.

Pada minggu ke 36:

Sang bayi kerap berlatih bernafas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang dan badannya menjadi lebih bulat. Bayi yang dikandung oleh sebagaian wanita yang hamil untuk pertama kalinya akan mengalami penurunan, yaitu turunnya kepala ke rongga panggul (bayi sudah “turun”).

Pada minggu ke 38:

Kepalanya telah berada pada rongga panggul, siap untuk dilahirkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu persalinan sudah dekat. Kini, sang bayi seolah-olah “mempersiapkan diri” bagi kelahirannya ke dunia.

***

Pada minggu ke 40 [9 Bulan]:

Apa yang dulunya hanyalah sebuah sel, sekarang telah menjadi manusia. Dalam beberapa hari, plasenta akan mengambil alih dan memberi sinyal bahwa bayi telah siap untuk dilahirkan. Sang bayi masih tidur dengan tenang di dalam rahim ibunya. Ia tidak mengetahui bahwa sesaat lagi ia akan meninggalkan “rumah”nya untuk melewati proses terbesar dalam kehidupannya yaitu KELAHIRAN! Walaupun proses ini menyakitkan bagi sang ibu dan sang bayi tetapi melalui hal inilah…

KEAJAIBAN KEHIDUPAN TERJADI!

***

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam” (QS 1:2)

*****

Semoga bermanfaat.


Blog EntryAug 8, '09 5:39 AM
for everyone

woogh kok mumet, sederhana ini dari pada pake gammu mumet meneh wkwkwkkw





saya sertakan auto respondernya {yg sederhana >.< }
siapkan database dari mysql
contoh namanya : smsgateway {create dr phpmy admin}
import via sql {copas aj disitu trus GO!}
Code:
CREATE TABLE `inbox` (
`id` int(5) NOT NULL auto_increment,
`isi` text NOT NULL,
`num` varchar(100) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`id`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=utf8 AUTO_INCREMENT=14 ;
auto responder nya conn.php {dalam contoh saya simpan di folder www/smsgateway/ }
PHP Code:

<?php
//funsi test sms nya
function SendSMS ($host$port$username$password$phoneNoRecip$msgText) { 
 
    
$fp fsockopen($host$port$errno$errstr);
    if (!
$fp) {
        echo 
"errno: $errno \n";
        echo 
"errstr: $errstr\n";
        return 
$result;
    }
    
    
fwrite($fp"GET /?Phone=" rawurlencode($phoneNoRecip) . "&Text=" rawurlencode($msgText) . " HTTP/1.0\n");
    if (
$username != "") {
       
$auth $username ":" $password;
       echo 
"auth: $auth\n";
       
$auth base64_encode($auth);
       echo 
"auth: $auth\n";
       
fwrite($fp"Authorization: Basic " $auth "\n");
    }
    
fwrite($fp"\n");
  
    
$res "";
 
    while(!
feof($fp)) {
        
$res .= fread($fp,1);
    }
    
fclose($fp);
    
 
    return 
$res;
}

// setting databasenya sesuaikan kondisi local server
$db_host "localhost";
$db_user "root";
$db_pass "x";
$db_name "smsgateway";

// menghubungkan dengan database
$link mysql_pconnect ($db_host$db_user$db_pass) or die ("cek koneksi");
mysql_select_db ($db_name) or die ("cek koneksi");


$isi trim($isi);

//input ke table inbox
$sql "INSERT INTO inbox 
SET id='',
isi='$isi',
num='$num'"
;
$query mysql_query($sql) ;

//auto respon 
if(!$query){echo 'error';}else{
$x   SendSMS("127.0.0.1"8800""""$num"test sms gateway -> pesan anda :".$isi."terimakasih ");
echo 
$x;
}
?>

jalankan service




lalau kita set NOWSMS->tab 2-way




klik add->apply->restart

kemudian di test kirim sms dengan format : nilai terserah
maka akan dapat balasan "test sms gateway -> pesan anda :nilai terserah terimakasih"

bisa di aplikasikan sesuai selera, misal info nilai siswa online , info harga online dan lain2 {tp pulsa di tanggung sendiri heuheuheu}


fungsi nowsms banyak sekali sebenernya silahkan dilihat semoga bermanfaat

Link: http://www.te.ugm.ac.id/forum/viewtopic.php?f=12&t=107

Gw barusan Up Load buku cara membuat robot..
Buku ini berisi tentang pembuatan ROBOT yang pernah di lombakan di MIT
Sebenarnya sudah agak lama, tapi saya kira masih sangat berguna untuk penggemar ROBOT di ELEKTRO
Judulnya The 6.270 Robot Builder’s Guide, 257 Halaman. Lumayan lengkap..

Berikut daftar isinya :

Introduction to this Guide
These course notes contain a lot of information that should be valuable in your robot-
building endeavor. Here's a brief synopsis of the organization of these course notes:
 Chapter 1 is the assembly manual for nearly all of the components used to
construct a 6.270 robot|including the printed circuit boards, electronic sensors,
motors, and battery packs.
 Chapter 2 introduces robot motor technology.
 Chapter 3 discusses battery technology and battery charger operation.
 Chapter 4 discusses secret construction methods using the LEGO Technics (R)
building materials.
 Chapter 5 delves into robotic sensors, explaining the principles of operation and
applications of various sensors in the 6.270 kit.
 Chapter 6 investigates how to program a mobile robot to face up to the uncer-
tainties and challenges of practical operation.
 Chapter 7 is a reference manual for the C language software that has been
developed for the 6.270 contest.
Four appendix sections provide additional material:
 Appendix A is the student's introduction to the 1992 class, covering adminis-
trative information, the month's schedule, and the contest rules.
 Appendix B explains the workings of the 6.270 hardware, including the micro-
processor board, the expansion board, and the infrared circuitry. This section
is written with the assumption of some prior background in electronics.
 Appendix C provides reproductions of the printed circuit board layouts, handy
for reference when debugging.
 Appendix D contains an introduction to ordering electronic parts from both the
retail and surplus markets, and a listing of more than twenty top suppliers.

LinkJun 9, '09 9:07 PM
for everyone
Link: http://sweetkenanga.wordpress.com/2008/02/28/materi-tik/

Blog ini saya jadikan referensi juga saat saya mengajar TIk di SMP, bagi siapa saja yang ingin mengetahui tentang apa saja yang dipelajarai di SMP dan SMP tentang ilmu komputer silahkan membuka lewat link ini...

Link: http://istiyanto.com/?page_id=65

Blog ini saya temukan, saat mencari soal-soal TIK yang akan saya jadikan referensi, mungkin bagi para pembaca blog ini, saya kira juga dapat dijadikan referensi juga. link ini saya letakkan ke blog saya agar saya tidak lupa dengan ilmu-ilmu yang telah ada di media online belajar matematika dan TIK, karena saya lulusan matematika tapi di suruh mengajar TIK. ha ha. ha enjoy aja ya !

LinkJun 7, '09 8:36 PM
for everyone
Link: http://www.penilaiansmp1gresik.200u.com

ini merupakan sistem aplikasi penilaian yang dipakai oleh SMP negeri 1 Gresik sejak 1 Juni 2009. yang mana memakai sofrware sendiri created by herybalkan@gmail.com. aplikais ini memang bagus tangguh dan akurat.

LinkJun 7, '09 8:34 PM
for everyone
Link: http://www.perpussmp1gresik.200u.com

Ini adalah aplikasi perpustakaan dari smp negeri 1 gresik, yang dirilis sejak 1 Juni 2009 dan aplikasinya memakai aplikasi freeware dari senayan stable 9.

Blog EntryApr 27, '09 9:27 AM
for everyone
 MGMP TIK Kab. Gresik sudah terbentuk sejak 3 tahun lalu. Susunan kepengurusan mgmp tik tersebut adalah sebagai berikut :silahkan download
Attachment: contoh sk mgmp lain.jpg
Attachment: SUSUNAN PENGURUS MGMP SMP NEGERI.doc

Blog EntryMar 5, '09 1:29 AM
for everyone

Mengubah Windows Non-Original Menjadi Original

Proses penggantian yang telah berhasil

Ikuti Perintah Di Bawah Ini :

  1. Klik start > run > regedit >
    HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows
    NT\CurrentVersion\WPAEvents > klik 2x OOBETimer > ubah FF menjadi
    > 00 (nol nol)
  2. Klik start –> run –>
    tulis “C:\WINDOWS\system32\oobe\msoobe.exe /a” [ ga pake tanda kutip] enter.
  3. Selanjutnya Activate Windows > pilihan kedua (activate via
    telephone) > Change Product key. Masukkan key ini : B7R7P - J63JP
    - 2J7VH - W3TDJ - PDP7T > Update > lalu close.

download WGA lalu UPDATE, VALID.


Photo AlbumKegiatan pembelajaran tutor sebayaFeb 25, '09 9:24 PM
for everyone

Blog EntryDec 23, '08 8:05 PM
for everyone

UJIAN NASIONAL 2009

UJIAN NASIONAL 2009 sudah ditentukan, jadwalnya
- SMA/MA (20 -- 24 April 2009)
- SMP/Mts (27 -- 30 April 2009)
- SD/MI (18 -- 20 Mei 2009)
- SMK/SMALB (20 -- 22 April 2009)
jika mau copy SKL ujian nasional silahkan klik di bawah
SKL SMP/MTs : permen no 78 tahun 2008
SKL SMA/MA : permen no 77 tahun 2008
SKL SD/MI : permen no 82 tahun 2008

POS ujian nasional 2009 SMP/MTs
POS ujian nasional 2009 SMA/MA
POS ujian nasional 2009 SD/MI


Blog EntryDec 23, '08 7:51 PM
for everyone
MARI BERMAIN DENGAN ANGKA

PEMBAGIAN DENGAN TUJUH
Gunakan kalkulator untuk menghitung setiap pecahan berikut sebagai pecahan desimal.
1 : 7
2 : 7
3 : 7
4 : 7
5 : 7
6 : 7
Ciri apa yang anda perhatikan tentang enam angka pertama yang muncul setelah tanda koma?
Selanjutnya tanpa menggunakan kalkulator tuliskan pecahan desimal
8 : 7
9 : 7
200 : 7
Pola pembagian dengan 7 akan selalu memberi pengulangan berupa sekuens 6 angka
1→4→2→8→5→7
Pekalian menarik
Perhatikan perkalian berikut.
159 x 48 = 7632
perkalian di atas memuat angka-angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9
Perkalian menarik lainnya
16583742 x 9 = 149253678
51249876 x 3 = 153749628
32547891 x 6 = 195287346
Keunikan operasi pada bilangan tiga angka
Pilihlah sebarang bilangan yang terdiri atas 3 angka tanpa ada pengulangan angka, misalnya 143, 235, 457 dll. Tuliskan bilangan yang sama tetapi terbalik urutannya, misalnya 341, 532, 754 dst. Tentukan selisih kedua bilangan itu (missal 341–143=198). Sekarang tuliskan bilangan yang angkanya sama dengan jawaban tersebut tetapi urutannya dibalik (misalnya 891). Kemudian jumlahkan kedua bilangan itu.
Hasilnya selalu 1089 (percaya atai tidak, silahkan dicoba)

pembagian tugas membuat LKS TIK semester genap 2008/2009
kelas 9 (MGMP TIK Kab. Gresik. Wilayah Tengah)

1. Pak didik (SMPN 1 Manyar)
  Materi :
    -akses internet
    - perangkat lunak (program) yang digunakan untuk mengakses internet

2. Bu Pri (SMPN 4 Gresik )
materi :
    -penulisan nama domain
    -search engine

3. Pak Basuki (SMPN 1 Kebomas)
Materi :
    - layanan internet (http, email dan lain-lain)

4. Pak Muis (SMPN 1 Gresik)
Materi :
    -download informasi dari internet

5. Pak Sugeng (SMPN 2 Gresik)
Materi :
    -mengolah informasi yang diperoleh dari internet menggunakan program pengolah kata.

diharapkan Bapak/Ibu yang tertera di atas dapat melakukan editing. untuk materinya masing-masing. dari file yang dapat didownload.

untuk LKS kelas 7 diserahkan ke koordinator Wilayah Selatan Bapak. Joko dan LKS kelas 8 diserahkan ke koordinator Utara  Bapak Hasan.
Catatan    :
Harap dikumpulkan paling lambat : Jum'at, 26 Desember 2008
bisa melalui e-mail : muis_smp1gresik@yahoo.co.id


PEMBAGIAN TUGAS PEMBUATAN LKS & BUKU TH PELAJARAN BARU

LKS KELAS IX- SMT 1 BAGIAN TENGAH
LKS KELAS VIII SMT 1 BAGIAN UTARA
LKS KELAS VII SMT 1 BAGIAN SELATAN

BUKU KELAS VIII SEMESTER 2 - BAGIAN TENGAH
BUKU KELAS VIII SEMESTER 1 BAGIAN UTARA
BUKU KELAS VII SEMESTER 1&2 BAGAIAN SELATAN
DIMOHON MASING-MASING KOORDINATOR MERAPATKAN ANGGOTA-ANGGOTANYA
TERIMA KASIH
Attachment: LKS KLS 9 SMT 2 0708.doc

Blog EntryDec 17, '08 4:52 AM
for everyone

Konfigurasi Manual Mikrotik dengan mikrotik 2.9.27

MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntuk kan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application (WinBox). Webbrowser serta via Remote Shell (telnet dan SSH). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan dijadi kan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan
beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :

- Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.

- Statefull firewall

- HotSpot for Plug-and-Play access

- remote winbox GUI admin

Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.

<!–more–>

Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan

DOM pada slot IDE PC kita.

Instalasi Mikrotik ada beberapa cara :

1. Instalasi melalui NetInstall via jaringan

2. Instalasi melalui Floppy disk

3. Instalasi melalui CD-ROM.

Kali ini kita akan membahasnya instalasi melalui CD-ROM. Untuk percobaan ini silahkan download ISOnya di http://adminpreman.web.id/download Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai PC Router/Gateway, Web Proxy, DNS Server, DHCP, Firewall serta Bandwidth Management. Konfigurasi ini dapat dimanfaatkan untuk membangun jaringan pada Internet Cafe atau untuk Testing pada Laboratorium Pribadi.

–[2.1]– Topologi Jaringan

Topologi jaringan ini di anggap koneksi Internetnya melalui MODEM xDSL (ADSL atau SDSL). Dengan catatan konfigurasi IP Publiknya ditanam didalam MODEM, artinya perlu pula dipilih MODEM yang memiliki fasilitas seperti Routing, Firewall, dan lain-lain. Semakin lengkap semakin bagus, namun biasanya harga semakin mahal, yang patut dipertimbangkan pilihlah MODEM yang memiliki fasilitas Firewall yang bagus. Untuk MODEM SDSL, biasanya, IP dibawah NAT, artinya IP nya bukan IP Publik langsung. Dan umumnya untuk MODEM ADSL, IP Publiknya langsung ditanam di MODEM itu sendiri. Saat ini kita anggap IP Publiknya di tanam di MODEM, dimana Interface PPPoE nya sudah di konfigurasikan dan sudah bisa DIAL ke server RASnya. Agar memudahkan konfigurasi, perlu dirancang topologi jaringan yang

dikonfigurasi. Sebagai contoh, skema dibawah ini:

(a) Skema Jaringan

_(

o–+ ____|

| / | Telpon

| _/ -(

+–[_] Splitter

|

| +—-+

+—| | Modem xDSL

+–*-+

(1)| +—+

| | | (3)

| | +|———+

| +—–+ | |. . . . . |

| a| | | +–|-|-|-|-+

+—|=====| | | | | |

| | | | | | |

| |—+ +-|-|-|–[client 1]

| |b +-|-|————[client 2]

| | +-|———————-[client 3]

L—–J +——–[client n]

(2)

Keterangan skema

(1) = Modem xDSL (Ip Address : 192.168.1.1/24)

(2) = Mikrotik Box dengan 2 ethernet card yaitu a (publik) dan b (local)

(3) = Switch

Untuk sambungan ke Client. Asumsi Client Jumlahnya 20 Client

Range Ip Address : 192.168.0.0/27

Alokasi Ip Client = 192.168.0.1-192.168.0.30

Ip Net ID : 192.168.0.0/27

Ip Broadcast : 192.168.0.31/27

(b) Alokasi IP Address

[*] Mikrotik Box

Keterangan Skema

a = ethernet card 1 (Publik) -> Ip Address : 192.168.1.2/24

b = ethernet card 2 (Local) -> Ip Address : 192.168.0.30/27

Gateway : 192.168.1.1 (ke Modem)

[*] Client

Client 1 - Client n, Ip Address : 192.168.0.n …. n (1-30)

Contoh:

Client 6

Ip Address : 192.168.0.6/27

Gateway : 192.168.0.30 (ke Mikrotik Box)

CATATAN :

Angka dibelakang Ip address ( /27) sama dengan nilai netmasknya

untuk angka (/27) nilainya sama dengan 255.255.255.224.

Untuk Sub Netmask blok ip address Local kelas C, dapat diuraikan

sebagai berikut :

Subnetmask kelas C

——————-

255.255.255.0 = 24 -> 254 mesin

.. .128 = 25 -> 128 mesin

.. .192 = 26 -> 64 mesin

.. .224 = 27 -> 32 mesin

.. .240 = 28 -> 16 mesin

.. .248 = 29 -> 8 mesin

.. .252 = 30 -> 4 mesin

.. .254 = 31 -> 2 mesin

.. .255 = 32 -> 1 mesin

–[2.2]– Persiapan

- Untuk PC Router Siapkan PC, minimal Pentium I, RAM 64, HD 500M

atau pake flash memory 64 - Sebagai Web proxy, Siapkan PC, minimal Pentium III 450Mhz, RAM 256 Mb, HD 20 Gb. Melihat berapa minimum RAM dan HD yang dibutuhkan untuk Cache Silahkan lihat http://adminpreman.web.id/download/Rumus Web Proxy Mikrotik.xls

- Siapkan minimal 2 ethernet card, 1 ke arah luar/Internet dan 1lagi ke Network local

– Burn Source CD Mikrotik OS masukan ke CDROM.

- Versi mikrotik yang digunakan adalah Mikrotik RouterOS versi 2.9.27

–[3]– Installasi Mikrotik Router

Setelah desain skema jaringan serta perangkat yang dibutuhkan telah

disiapkan, sekarang saatnya kita mulai proses instalasi ini.

–[3.1]– Booting melalui CD-ROM

Atur di BIOS agar, supaya boot lewat CD-ROM, kemudian tunggu beberapa

saat di monitor akan muncul proses Instalasi.

————————————————————————-

ISOLINUX 2.08 2003-12-12 Copyrigth (C) 1994-2003 H. Peter Anvin

Loading linux………………

Loading initrd.rgz………….

Ready

Uncompressing Linux… Ok, booting the kernel

————————————————————————

–[3.2]– Memilih paket software

Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yang

mau di install, pilih sesuai kebutuhan yang akan direncanakan.

Paket yang tersedia di Mikrotik

advanced-tools-2.9.27.npk

arlan-2.9.27.npk

dhcp-2.9.27.npk

gps-2.9.27.npk

hotspot-2.9.27.npk

hotspot-fix-2.9.27.npk

isdn-2.9.27.npk

lcd-2.9.27.npk

ntp-2.9.27.npk

ppp-2.9.27.npk

radiolan-2.9.27.npk

routerboard-2.9.27.npk

routing-2.9.27.npk

routing-test-2.9.27.npk

rstp-bridge-test-2.9.27.npk

security-2.9.27.npk

synchronous-2.9.27.npk

system-2.9.27.npk

telephony-2.9.27.npk

ups-2.9.27.npk

user-manager-2.9.27.npk

web-proxy-2.9.27.npk

webproxy-test-2.9.27.npk

wireless-2.9.27.npk

wireless-legacy-2.9.27.npk

————————————————————————–

Welcome to Mikrotik Router Software Installation

Move around menu using ‘p’ and ‘n’ or arrow keys, select with ’spacebar’.

Select all with ‘a’, minimum with ‘m’. Press ‘i’ to install locally or ‘r’ to

install remote router or ‘q’ to cancel and reboot.

[X] system [ ] lcd [ ] telephony

[ ] ppp [ ] ntp [ ] ups

[ ] dhcp [ ] radiolan [ ] user-manager

[X] andvanced-tools [ ] routerboard [X] web-proxy

[ ] arlan [ ] routing [ ] webproxy-test

[ ] gps [ ] routing-test [ ] wireless

[ ] hotspot [ ] rstp-bridge-test [ ] wireless-legacy

[ ] hotspot [X] security

[ ] isdn [ ] synchronous

————————————————————————–

Umumnya Paket Mikrotik untuk Warnet, Kantor atau SOHO adalah :

a. SYSTEM : Paket ini merupakan paket dasar, berisi Kernel dari

Mikrotik

b. DHCP : Paket yang berisi fasilitas sebagai DHCP Server, DHCP

client, pastikan memilih paket ini jika Anda menginginkan

agar Client diberikan IP address otomatis dari DHCP Server

c. SECURITY : Paket ini berisikan fasilitas yang mengutamakan Keamanan

jaringan, seperti Remote Mesin dengan SSH, Remote via MAC

Address

d. WEB-PROXY : Jika Anda memilih paket ini, maka Mikrotik Box anda telah

dapat menjalan service sebagai Web proxy yang akan menyimpan

cache agar traffik ke Internet dapat di reduksi serta browsing

untuk Web dapat dipercepat.

e. ADVANCED TOOLS : Paket yang berisi Tool didalam melakukan Admnistrasi jaringan,

seperti Bandwidth meter, Scanning, Nslookup, dan lain sebagainya.

–[3.3]– Instalasi Paket

ketik “i” setelah selesai memilih software, lalu akan muncul menu

pilihan seperti ini :

- Do you want to keep old configuration ? [y/n] ketik Y

- continue ? [y/n] ketik Y

Setelah itu proses installasi system dimulai, disini kita tidak

perlu membuat partisi hardsik karena secara otomatis mikrotik akan

membuat partisi sendiri.

—————————————————————————-

wireless-legacy (depens on system):

Provides support for Cisco Aironet cards and for PrismlI and Atheros wireless

station and AP.

Do you want to keep old configuraion? [y/n]:y

Warning: all data on the disk will be erased!

Continue? [y/n]:y

Creating partition……….

Formatting disk…………………………………

Installing system-2.9.27 [################## ]

—————————————————————————

Proses installasi

—————————————————————————

Continue? [y/n]:y

Creating partition…………………..

Formatting disk……………………….

Installed system-2.9.27

Installed advanced-tools-2.9.27

Installed dhcp-2.9.27

Installed security-2.9.27

installed web-proxy-2.9.27

Software installed.

Press ENTER to reboot

——————————————————————————

CATATAN :

Proses Installasi normalnya tidak sampai 15 menit, jika lebih berarti gagal,ulangi ke step awal. Setelah proses installasi selesai maka kita akan diminta untuk merestart system, tekan enter untuk merestart system.

–[3.5]– Proses Check system disk

Setelah komputer booting kembali ke system mikrotik, akan ada pilihan untuk

melakukan check system disk, tekan “y”.

—————————————————————————-

Loading system with initrd

Uncompressing Linux… Ok, booting the kernel.

Starting.

It is recomended to check your disk drive for error,

but it may take while (~1min for 1Gb).

It can be done later with “/system check-disk”.

Do you want to do it now? [y/n]

—————————————————————————–

–[3.6]– Proses Instalasi Selesai

Setelah proses instalasi selesai, maka akan muncul menu login dalam modus

terminal, kondisi sistem saat ini dalam keadaan default.

Mikrotik login = admin

Password = (kosong, enter saja)

—————————————————————————

Mikrotik 2.9.27

Mikrotik Login:

MMM MMM KKK TTTTTTTTTTT KKK

MMMM MMMM KKK TTTTTTTTTTT KKK

MMM MMMM MMM III KKK KKK RRRRRR OOOOOO TTT III KKK KKK

MMM MM MMM III KKKKK RRR RRR OOO OOO TTT III KKKKK

MMM MMM III KKK KKK RRRRRR OOO OOO TTT III KKK KKK

MMM MMM III KKK KKK RRR RRR OOOOOO TTT III KKK KKK

MikroTik RouterOS 2.9.27 (c) 1999-2005 http://www.mikrotik.com/

Terminal vt102 detected, using multiline input mode

[admin@Mikrotikl] >

—————————————————————————-

CATATAN :

Konfigurasi Standar untuk mikrotik ada 2 modus, yaitu modus teks dan modus GUI. Modus Gui ada 2 juga, yaitu Via Browser serta Via Winbox. Untuk sekarang saya akan bahas via Teks. Karena cepat serta lebih memahami terhadap sistem operasi ini.

–[4]– Perintah Dasar

Perintah mikrotik sebenarnya hampir sama dengan perintah yang ada dilinux,sebab pada dasarnya mikrotik ini merupakan kernel Linux, hasil pengolahan kembali Linux dari Distribusi Debian. Pemakaian perintah shellnya sama, seperti penghematan perintah, cukup menggunakan tombol TAB di keyboard maka perintah yang panjang, tidak perlu lagi diketikkan, hanya ketikkan awal nama perintahnya, nanti secara otomatis Shell akan menampilkan sendiri perintah yang berkenaan. Misalnya perintah IP ADDRESS di mikrotik. Cukup hanya mengetikkan IP ADD spasi tekan tombol TAB, maka otomatis shell akan mengenali dan menterjemahkan sebagai perintah IP ADDRESS.

Baiklah kita lanjutkan pengenalan perintah ini.

Setelah login, cek kondisi interface atau ethernet card.

–[4.1]– Melihat kondisi interface pada Mikrotik Router

[admin@Mikrotik] > interface print

Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running

# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU

0 R ether1 ether 0 0 1500

1 R ether2 ether 0 0 1500

[admin@Mikrotik]>

Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi

etherned cardnya, seharusnya R (running).

a. Mengganti nama interface

[admin@Mikrotik] > interface(enter)

b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau terserah namanya), maka

[admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public

c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka

[admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local

d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip

[admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public

e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.

[admin@Mikrotik] > /interface print

Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running

# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU

0 R Local ether 0 0 1500

1 R Public ether 0 0 1500

–[4.2]– Mengganti password default

Untuk keamanan ganti password default

[admin@Mikrotik] > password

old password: *****

new password: *****

retype new password: *****

[admin@ Mikrotik]]>

–[4.3]– Mengganti nama hostname

Mengganti nama Mikrotik Router untuk memudahkan konfigurasi, pada langkah ini

nama server akan diganti menjadi “routerku”

[admin@Mikrotik] > system identity set name=routerku

[admin@routerku]>

–[5]– Setting IP Address, Gateway, Masqureade dan Name Server

–[5.1]– IP Address

Bentuk Perintah konfigurasi

ip address add address ={ip address/netmask} interface={nama interface}

a. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan Public akan kita gunakan untuk

koneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.2 dan Local akan kita gunakan untuk network LAN

kita dengan IP 192.168.0.30 (Lihat topologi)

[admin@routerku] > ip address add address=192.168.1.2

netmask=255.255.255.0 interface=Public comment=”IP ke Internet”

[admin@routerku] > ip address add address=192.168.0.30

netmask=255.255.255.224 interface=Local comment = “IP ke LAN”

b. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan

[admin@routerku] >ip address print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE

0 ;;; IP Address ke Internet

192.168.0.30/27 192.168.0.0 192.168.0.31 Local

1 ;;; IP Address ke LAN

192.168.1.2/24 192.168.0.0 192.168.1.255 Public

[admin@routerku]>

–[5.2]– Gateway

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip route add gateway={ip gateway}

a. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah

192.168.1.1

[admin@routerku] > /ip route add gateway=192.168.1.1

b. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers

[admin@routerku] > ip route print

Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,

C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf

# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE

0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.30 Local

1 ADC 192.168.0.0/27 192.168.1.2 Public

2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 Public

[admin@routerku]>

c. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar

[admin@routerku] > ping 192.168.1.1

192.168.1.1 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms

192.168.1.1 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms

2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss

round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms

[admin@routerku]>

–[5.3]– NAT (Network Address Translation)

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-inteface={ethernet

yang langsung terhubung ke Internet atau Public}

a. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar

client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.

[admin@routerku] > ip firewall nat add chain=scrnat out-interface=Public action=masquerade

[admin@routerku]>

b. Melihat konfigurasi Masquerading

[admin@routerku] ip firewall nat print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

0 chain=srcnat out-interface=Public action=masquerade

[admin@routerku]>

–[5.4] Name server

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip dns set primary-dns={dns utama} secondary-dns={dns ke dua}

a. Setup DNS pada Mikrotik Routers, misalkan DNS dengan Ip Addressnya

Primary = 202.134.0.155, Secondary = 202.134.2.5

[admin@routerku] > ip dns set primary-dns=202.134.0.155 allow-remoterequests=yes

[admin@routerku] > ip dns set secondary-dns=202.134.2.5 allow-remoterequests=yes

b. Melihat konfigurasi DNS

[admin@routerku] > ip dns print

primary-dns: 202.134.0.155

secondary-dns: 202.134.2.5

allow-remote-requests: no

cache-size: 2048KiB

cache-max-ttl: 1w

cache-used: 16KiB

[admin@routerku]>

c. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain

[admin@routerku] > ping yahoo.com

216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms

10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss

round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms

[admin@routerku]>

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server mikrotik kita 192.168.0.30, via browser buka http://192.168.0.30. Di Browser akan ditampilkan dalam bentuk web dengan beberapa menu, cari tulisan Download dan download WinBox dari situ. Simpan di local harddisk. Jalankan Winbox, masukkan Ip address, username dan password.

–[7]– DHCP Server

DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu suatu program yang memungkinkan pengaturan IP Address di dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server, sehingga PC Client tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan administrator untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client.

Bentuk perintah konfigurasi

ip dhcp-server setup

dhcp server interface = { interface yang digunakan }

dhcp server space = { network yang akan di dhcp }

gateway for dhcp network = { ip gateway }

address to give out = { range ip address }

dns servers = { name server }

lease time = { waktu sewa yang diberikan }

Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup

dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

a. Tambahkan IP address pool

/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.1-192.168.0.30

b. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client.

Pada contoh ini networknya adalah 192.168.0.0/27 dan gatewaynya 122.168.0.30

/ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/27 gateway=192.168.0.30 dns-server=192.168.0.30

comment=”"

c. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface Local )

/ip dhcp-server add interface=local address-pool=dhcp-pool

d. Lihat status DHCP server

[admin@routerku] > ip dhcp-server print

Flags: X - disabled, I - invalid

# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP

0dhcp1 Local

Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih

dahulu pada langkah e.

e. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya

/ip dhcp-server enable 0

kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti

sudah aktif

f. Tes Dari client

Misalnya :

D:>ping www.yahoo.com

–[8]– Transparent Proxy Server

Proxy server merupakan program yang dapat mempercepat akses ke suatu web yang sudah diakses oleh komputer lain, karena sudah di simpan didalam caching server.Transparent proxy menguntungkan dalam management client, karena system administrator tidak perlu lagi melakukan setup proxy di setiap browser komputer client karena redirection dilakukan otomatis di sisi server.

Bentuk perintah konfigurasi :

a. Setting web proxy :

- ip proxy set enable=yes

port={ port yang mau digunakan }

maximal-client-connections=1000

maximal-server-connections=1000

- ip proxy direct add src-address={ network yang akan di

NAT} action=allow

- ip web-proxy set parent-proxy={proxy parent/optional}

hostname={ nama host untuk proxy/optional}

port={port yang mau digunakan}

src-address={ address yang akan digunakan untuk koneksi

ke parent proxy/default 0.0.0.0}

transparent-proxy=yes

max-object-size={ ukuran maximal file yang akan disimpan

sebagai cache/default 4096 in Kilobytes}

max-cache-size= { ukuran maximal hardisk yang akan

dipakai sebagai penyimpan file cache/unlimited

| none | 12 in megabytes}

cache-administrator={ email administrator yang akan digunakan

apabila proxy error, status akan dikirim

ke email tersebut}

enable==yes

Contoh konfigurasi

——————-

a. Web proxy setting

/ ip web-proxy

set enabled=yes src-address=0.0.0.0 port=8080

hostname=”proxy.routerku.co.id” transparent-proxy=yes

parent-proxy=0.0.0.0:0 cache-administrator=”support@routerku.co.id”

max-object-size=131072KiB cache-drive=system max-cache-size=unlimited

max-ram-cache-size=unlimited

Nat Redirect, perlu ditambahkan yaitu rule REDIRECTING untuk membelokkan

traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY.

b. Setting firewall untuk Transparant Proxy

Bentuk perintah konfigurasi :

ip firewall nat add chain=dstnat

protocol=tcp

dst-port=80

action=redirect

to-ports={ port proxy }

Perintahnya:

——————————————————————————–

/ ip firewall nat

add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080

comment=”" disabled=no

add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=3128 action=redirect to-ports=8080

comment=”" disabled=no

add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=8000 action=redirect to-ports=8080

——————————————————————————–

perintah diatas dimaksudkan, agar semua trafik yang menuju Port 80,3128,8000

dibelokkan menuju port 8080 yaitu portnya Web-Proxy.

CATATAN:

Perintah

/ip web-proxy print { untuk melihat hasil konfigurasi web-proxy}

/ip web-proxy monitor { untuk monitoring kerja web-proxy}

–[9]– Bandwidth Management

QoS memegang peranan sangat penting dalam hal memberikan pelayanan yang baik pada client. Untuk itu kita memerlukan bandwidth management untuk mengatur tiap data yang lewat, sehingga pembagian bandwidth menjadi adil. Dalam hal ini Mikrotik RouterOs juga menyertakan packet software untuk memanagement bandwidth.

Bentuk perintah konfigurasi:

queue simple add name={ nama }

target-addresses={ ip address yang dituju }

interface={ interface yang digunakan untuk melewati data }

max-limit={ out/in }

Dibawah ini terdapat konfigurasi Trafik shaping atau bandwidth management dengan metode Simple Queue, sesuai namanya, Jenis Queue ini memang sederhana, namun memiliki kelemahan, kadangkala terjadi kebocoran bandwidth atau bandwidthnya tidak secara real di monitor. Pemakaian untuk 10 Client,Queue jenis ini tidak masalah. Diasumsikan Client ada sebanyak 15 client, dan masing-masing client diberi jatah bandwidth minimum sebanyak 8kbps, dan maksimum 48kbps. Sedangkan Bandwidth totalnya sebanyak 192kbps. Untuk upstream tidak diberi rule,berarti masing-masing client dapat menggunakan bandwidth uptream secara maksimum. Perhatikan perintah priority, range priority di Mikrotik sebanyak delapan. Berarti dari 1 sampai 8, priority 1 adalah priority tertinggi,

sedangkan priority 8 merupakan priority terendah.

Berikut Contoh kongirufasinya.

——————————————————————————–

/ queue simple

add name=”trafikshaping” target-addresses=192.168.0.0/27 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=none priority=1 queue=default/default

limit-at=0/64000 max-limit=0/192000 total-queue=default disabled=no

add name=”01″ target-addresses=192.168.0.1/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”02″ target-addresses=192.168.0.2/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”03″ target-addresses=192.168.0.3/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”04″ target-addresses=192.168.0.4/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”10″ target-addresses=192.168.0.25/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”05″ target-addresses=192.168.0.5/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”06″ target-addresses=192.168.0.6/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”07″ target-addresses=192.168.0.7/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”08″ target-addresses=192.168.0.8/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”09″ target-addresses=192.168.0.9/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”10″ target-addresses=192.168.0.10/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”11″ target-addresses=192.168.0.11/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”12″ target-addresses=192.168.0.12/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”13″ target-addresses=192.168.0.13/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”14″ target-addresses=192.168.0.14/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”15″ target-addresses=192.168.0.15/32 dst-address=0.0.0.0/0

interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default

limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

Perintah diatas karena dalam bentuk command line, bisa juga di copy paste, selanjutnya di paste saja ke consol mikrotiknya. ingat lihat dulu path atau direktory aktif. Silahkan dipaste saja, kalau posisi direktorynya di Root.

——————————————————————-

Terminal vt102 detected, using multiline input mode

[admin@mikrotik] >

——————————————————————

Pilihan lain metode bandwidth manajemen ini, kalau seandainya ingin bandwidth tersebut dibagi sama rata oleh Mikrotik, seperti bandwidth 256kbps downstream dan 256kbps upstream. Sedangkan client yang akan mengakses sebanyak 10 client, maka otomatis masing-masing client mendapat jatah bandwidth upstream dan downstream sebanyak 256kbps dibagi 10. Jadi masing-masing dapat 25,6kbps. Andaikata hanya 2 Client yang mengakses maka masing-masing dapat 128kbps. Untuk itu dipakai type PCQ (Per Connection Queue), yang bisa secara otomatis membagi trafik per client. Tentang jenis queue di mikrotik ini dapat dibaca pada manualnya di http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/2.9/root/queue.php.

Sebelumnya perlu dibuat aturan di bagian MANGLE. Seperti :

——————————————————————–

/ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.0.0/27

action=mark-connection new-connection-mark=users-con

/ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet

new-packet-mark=users chain=forward

———————————————————————-

Karena type PCQ belum ada, maka perlu ditambah, ada 2 type PCQ ini. Pertama diberi nama pcq-download, yang akan mengatur semua trafik melalui alamat tujuan/destination address. Trafik ini melewati interface Local. Sehingga semua traffik download/downstream yang datang dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis. Tipe PCQ kedua, dinamakan pcq-upload, untuk mengatur semua trafik upstreamyang berasal dari alamat asal/source address. Trafik ini melewati interface public. Sehingga semua traffik upload/upstream yang berasal dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.

Perintah:

————————————————————————-

/queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-classifier=dst-address

/queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-classifier=src-address

————————————————————————-

Setelah aturan untuk PCQ dan Mangle ditambahkan, sekarang untuk aturan

pembagian trafiknya. Queue yang dipakai adalah Queue Tree, Yaitu:

————————————————————————-

/queue tree add parent=Local queue=pcq-download packet-mark=users

/queue tree add parent=Public queue=pcq-upload packet-mark=users

————————————————————————-

Perintah diatas mengasumsikan, kalau bandwidth yang diterima dari provider Internet berflukstuasi atau berubah-rubah. Jika kita yakin bahwa bandwidth yang diterima, misalkan dapat 256kbs downstream, dan 256kbps upstream, maka ada lagi aturannya, seperti :

Untuk trafik downstreamnya :

————————————————————————

/queue tree add name=Download parent=Local max-limit=256k

/queue tree add parent=Download queue=pcq-download packet-mark=users

————————————————————————-

Dan trafik upstreamnya :

—————————————————————————

/queue tree add name=Upload parent=Public max-limit=256k

/queue tree add parent=Upload queue=pcq-upload packet-mark=users

—————————————————————————

–[10]– Monitor MRTG via Web

Fasilitas ini diperlukan untuk monitoring trafik dalam bentuk grafik, dapat dilihat dengan menggunakan browser. MRTG (The Multi Router Traffic Grapher) telah dibuild sedemikian rupa, sehingga memudahkan kita memakainya. Telah tersedia dipaket dasarnya.

Contoh konfigurasinya

————————————————————————-

/ tool graphing

set store-every=5min

/ tool graphing interface

add interface=all allow-address=0.0.0.0/0 store-on-disk=yes disabled=no

—————————————————————————

Perintah diatas akan menampilkan grafik dari trafik yang melewati interface jaringan baik berupa Interface Public dan Interface Local, yang dirender setiap 5 menit sekali. Juga dapat diatur Alamat apa saja yang dapat mengakses MRTG ini, pada parameter allow-address.

–[11]– Keamanan di Mikrotik

Setelah beberapa Konfigurasi diatas telah disiapkan, tentu tidak lupa kita perhatikan keamanan dari Mesin gateway Mikrotik ini, ada beberapa fasilitas yang dipergunakan. Dalam hal ini akan dibahas tentang Firewallnya. Fasilitas Firewall ini secara pringsip serupa dengan IP TABLES di Gnu/Linux hanya saja beberapa perintah telah di sederhanakan namun berdaya guna.

Di Mikrotik perintah firewall ini terdapat dalam modus IP, yaitu

[admin@routerku] > /ip firewall

Terdapat beberapa packet filter seperti mangle, nat, dan filter.

————————————————————————-

[admin@routerku] ip firewall> ?

Firewall allows IP packet filtering on per packet basis.

.. — go up to ip

mangle/ — The packet marking management

nat/ — Network Address Translation

connection/ — Active connections

filter/ — Firewall filters

address-list/ –

service-port/ — Service port management

export –

————————————————————————–

Untuk kali ini kita akan lihat konfigurasi pada ip firewall filternya. Karena Luasnya parameter dari firewall filter ini untuk pembahasan Firewall Filter selengkapnya dapat dilihat pada manual mikrotik, di http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/2.9/ip/filter.php

Konfigurasi dibawah ini dapat memblokir beberapa Trojan, Virus, Backdoor yang telah dikenali sebelumnya baik Nomor Port yang dipakai serta Protokolnya. Juga telah di konfigurasikan untuk menahan Flooding dari Jaringan Publik dan jaringan Lokal. Serta pemberian rule untuk Access control agar, Rentang jaringan tertentu saja yang bisa melakukan Remote atau mengakses service tertentu terhadap Mesin Mikrotik kita.

Contoh Aplikasi Filternya

—————————————————————————–

/ ip firewall filter

add chain=input connection-state=invalid action=drop comment=”Drop Invalid

connections” disabled=no

add chain=input src-address=!192.168.0.0/27 protocol=tcp src-port=1024-65535

dst-port=8080 action=drop comment=”Block to Proxy” disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=12667 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=27665 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=31335 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=27444 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=34555 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=35555 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=27444 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=27665 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=31335 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=31846 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=34555 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=35555 action=drop comment=”Trinoo”

disabled=no

add chain=input connection-state=established action=accept comment=”Allow

Established connections” disabled=no

add chain=input protocol=udp action=accept comment=”Allow UDP” disabled=no

add chain=input protocol=icmp action=accept comment=”Allow ICMP” disabled=no

add chain=input src-address=192.168.0.0/27 action=accept comment=”Allow access

to router from known network” disabled=no

add chain=input action=drop comment=”Drop anything else” disabled=no

add chain=forward protocol=tcp connection-state=invalid action=drop

comment=”drop invalid connections” disabled=no

add chain=forward connection-state=established action=accept comment=”allow

already established connections” disabled=no

add chain=forward connection-state=related action=accept comment=”allow

related connections” disabled=no

add chain=forward src-address=0.0.0.0/8 action=drop comment=”" disabled=no

add chain=forward dst-address=0.0.0.0/8 action=drop comment=”" disabled=no

add chain=forward src-address=127.0.0.0/8 action=drop comment=”" disabled=no

add chain=forward dst-address=127.0.0.0/8 action=drop comment=”" disabled=no

add chain=forward src-address=224.0.0.0/3 action=drop comment=”" disabled=no

add chain=forward dst-address=224.0.0.0/3 action=drop comment=”" disabled=no

add chain=forward protocol=tcp action=jump jump-target=tcp comment=”"

disabled=no

add chain=forward protocol=udp action=jump jump-target=udp comment=”"

disabled=no

add chain=forward protocol=icmp action=jump jump-target=icmp comment=”"

disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=69 action=drop comment=”deny TFTP”

disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=111 action=drop comment=”deny RPC

portmapper” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=135 action=drop comment=”deny RPC

portmapper” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=137-139 action=drop comment=”deny NBT”

disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment=”deny cifs”

disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=2049 action=drop comment=”deny NFS”

disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=12345-12346 action=drop comment=”deny

NetBus” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=20034 action=drop comment=”deny NetBus”

disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=3133 action=drop comment=”deny

BackOriffice” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=67-68 action=drop comment=”deny DHCP”

disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=69 action=drop comment=”deny TFTP”

disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=111 action=drop comment=”deny PRC

portmapper” disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=135 action=drop comment=”deny PRC

portmapper” disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=137-139 action=drop comment=”deny NBT”

disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=2049 action=drop comment=”deny NFS”

disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=3133 action=drop comment=”deny

BackOriffice” disabled=no

add chain=input protocol=tcp psd=21,3s,3,1 action=add-src-to-address-list

address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”Port

scanners to list ” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg

action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners”

address-list-timeout=2w comment=”NMAP FIN Stealth scan” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,syn action=add-src-to-address-list

address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”SYN/FIN

scan” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=syn,rst action=add-src-to-address-list

address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”SYN/RST

scan” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,psh,urg,!syn,!rst,!ack

action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners”

address-list-timeout=2w comment=”FIN/PSH/URG scan” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,syn,rst,psh,ack,urg

action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners”

address-list-timeout=2w comment=”ALL/ALL scan” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=!fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg

action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners”

address-list-timeout=2w comment=”NMAP NULL scan” disabled=no

add chain=input src-address-list=”port scanners” action=drop comment=”dropping

port scanners” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=0:0 action=accept comment=”drop

invalid connections” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=3:0 action=accept comment=”allow

established connections” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=3:1 action=accept comment=”allow

already established connections” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=4:0 action=accept comment=”allow

source quench” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=8:0 action=accept comment=”allow

echo request” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=11:0 action=accept comment=”allow

time exceed” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=12:0 action=accept comment=”allow

parameter bad” disabled=no

add chain=icmp action=drop comment=”deny all other types” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=25 action=reject

reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no

add chain=tcp protocol=udp dst-port=25 action=reject

reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=110 action=reject

reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no

add chain=tcp protocol=udp dst-port=110 action=reject

reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no

add chain=tcp protocol=udp dst-port=110 action=reject

reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no

—————————————————————————–

–[11.1]– Service dan Melihat Service yang Aktif dengan PortScanner

Untuk memastikan Service apa saja yang aktif di Mesin mikrotik, perlu kita pindai terhadap port tertentu, seandainya ada service yang tidak dibutuhkan, sebaiknya dimatikan saja. Untuk menonaktifkan dan mengaktifkan servise, perintah adalah : Kita periksa dahulu service apa saja yang aktif

———————————————————————————-

[admin@routerku] > ip service

[admin@routerku] ip service> print

Flags: X - disabled, I - invalid

# NAME PORT ADDRESS CERTIFICATE

0 X telnet 23 0.0.0.0/0

1 ftp 21 0.0.0.0/0

2 www 80 0.0.0.0/0

3 ssh 22 0.0.0.0/0

4 www-ssl 443 0.0.0.0/0 none

[admin@routerku] ip service>

———————————————————————————-

Misalkan service FTP akan dinonaktifkan, yaitu di daftar diatas terletak pada

nomor 1 (lihat bagian Flags) maka :

———————————————————————————

[admin@routerku] ip service> set 1 disabled=yes

———————————————————————————

Perlu kita periksa lagi,

———————————————————————————

[admin@routerku] ip service> print

Flags: X - disabled, I - invalid

# NAME PORT ADDRESS CERTIFICATE

0 X telnet 23 0.0.0.0/0

1 X ftp 21 0.0.0.0/0

2 www 80 0.0.0.0/0

3 ssh 22 0.0.0.0/0

4 www-ssl 443 0.0.0.0/0 none

[admin@router.dprd.provinsi] ip service>

———————————————————————————

Sekarang service FTP telah dinonaktifkan.

Dengan memakai tool nmap kita dapat mencek port apa saja yang aktif pada mesin gateway yang telah dikonfigurasikan.

Perintah : nmap -vv -sS -sV -P0 192.168.0.30

Hasil :

————————————————————————————-

Starting Nmap 4.20 ( http://insecure.org ) at 2007-04-04 19:55 SE Asia Standard Time

Initiating ARP Ping Scan at 19:55

Scanning 192.168.0.30 [1 port]

Completed ARP Ping Scan at 19:55, 0.31s elapsed (1 total hosts)

Initiating Parallel DNS resolution of 1 host. at 19:55

Completed Parallel DNS resolution of 1 host. at 19:55, 0.05s elapsed

Initiating SYN Stealth Scan at 19:55

Scanning 192.168.0.30 [1697 ports]

Discovered open port 22/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 53/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 80/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 21/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 3986/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 2000/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 8080/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 3128/tcp on 192.168.0.30

Completed SYN Stealth Scan at 19:55, 7.42s elapsed (1697 total ports)

Initiating Service scan at 19:55

Scanning 8 services on 192.168.0.30

Completed Service scan at 19:57, 113.80s elapsed (8 services on 1 host)

Host 192.168.0.30 appears to be up … good.

Interesting ports on 192.168.0.30:

Not shown: 1689 closed ports

PORT STATE SERVICE VERSION

21/tcp open ftp MikroTik router ftpd 2.9.27

22/tcp open ssh OpenSSH 2.3.0 mikrotik 2.9.27 (protocol 1.99)

53/tcp open domain?

80/tcp open http MikroTik router http config

2000/tcp open callbook?

3128/tcp open http-proxy Squid webproxy 2.5.STABLE11

3986/tcp open mapper-ws_ethd?

8080/tcp open http-proxy Squid webproxy 2.5.STABLE11

2 services unrecognized despite returning data. If you know the service/version,

please submit the following fingerprints at

http://www.insecure.org/cgi-bin/servicefp-submit.cgi :

==============NEXT SERVICE FINGERPRINT (SUBMIT INDIVIDUALLY)==============

SF-Port53-TCP:V=4.20%I=7%D=4/4%Time=4613A03C%P=i686-pc-windows-windows%r(D

SF:NSVersionBindReq,E,”�x0c�x06×81x84��������”)%r(DNSStatusR

SF:equest,E,”�x0c��x90×84��������”);

==============NEXT SERVICE FINGERPRINT (SUBMIT INDIVIDUALLY)==============

SF-Port2000-TCP:V=4.20%I=7%D=4/4%Time=4613A037%P=i686-pc-windows-windows%r

SF:(NULL,4,”x01���”)%r(GenericLines,4,”x01���”)%r(GetRequest,18,”

SF:x01���x02���d?xe4{x9dx02×1axccx8bxd1Vxb2Fxff9xb0″)%r(

SF:HTTPOptions,18,”x01���x02���d?xe4{x9dx02×1axccx8bxd1Vx

SF:b2Fxff9xb0″)%r(RTSPRequest,18,”x01���x02���d?xe4{x9dx02x

SF:1axccx8bxd1Vxb2Fxff9xb0″)%r(RPCCheck,18,”x01���x02���d?

SF:xe4{x9dx02×1axccx8bxd1Vxb2Fxff9xb0″)%r(DNSVersionBindReq,18,”

SF:x01���x02���d?xe4{x9dx02×1axccx8bxd1Vxb2Fxff9xb0″)%r(

SF:DNSStatusRequest,4,”x01���”)%r(Help,4,”x01���”)%r(X11Probe,4,”

SF:x01���”)%r(FourOhFourRequest,18,”x01���x02���xb9×15&xf1A

SF:]+x11nxf6×9bxa0,xb0xe1xa5″)%r(LPDString,4,”x01���”)%r(LDAP

SF:BindReq,4,”x01���”)%r(LANDesk-RC,18,”x01���x02���xb9×15&

SF:xf1A]+x11nxf6×9bxa0,xb0xe1xa5″)%r(TerminalServer,4,”x01��

SF:0″)%r(NCP,18,”x01���x02���xb9×15&xf1A]+x11nxf6×9bxa0,

SF:xb0xe1xa5″)%r(NotesRPC,18,”x01���x02���xb9×15&xf1A]+x1

SF:1nxf6×9bxa0,xb0xe1xa5″)%r(NessusTPv10,4,”x01���”);

MAC Address: 00:90:4C:91:77:02 (Epigram)

Service Info: Host: routerku; Device: router

Service detection performed. Please report any incorrect results at

http://insecure.org/nmap/submit/ .

Nmap finished: 1 IP address (1 host up) scanned in 123.031 seconds

Raw packets sent: 1706 (75.062KB) | Rcvd: 1722 (79.450KB)

—————————————————————————

Dari hasil scanning tersebut dapat kita ambil kesimpulan, bahwa service dan port yang aktif adalah FTP dalam versi MikroTik router ftpd 2.9.27. Untuk SSH dengan versi OpenSSH 2.3.0 mikrotik 2.9.27 (protocol 1.99). Serta Web proxy memakai Squid dalam versi Squid webproxy 2.5.STABLE11. Tentu saja pihak vendor mikrotik telah melakukan patch terhadap Hole atau Vulnerabilities dari Versi Protocol diatas.

–[11.2]– Tool administrasi Jaringan

Secara praktis terdapat beberapa tool yang dapat dimanfaatkan dalam mela kukan troubleshooting jaringan, seperti tool ping, traceroute, SSH, dll. Beberapa tool yang sering digunakan nantinya dalam administrasi sehari-hari adalah :

o Telnet

o SSH

o Traceroute

o Sniffer

a. Telnet

Perintah remote mesin ini hampir sama penggunaan dengan telnet yang ada di Linux atau Windows.

[admin@routerku] > system telnet ?

Perintah diatas untuk melihat sekilias paramater apa saja yang ada. Misalnya mesin remote dengan ip address 192.168.0.21 dan port 23. Maka

[admin@routerku] > system telnet 192.168.0.21

Penggunaan telnet sebaiknya dibatasi untuk kondisi tertentu dengan alasan keamanan, seperti kita ketahui, packet data yang dikirim melalui telnet belum di enskripsi. Agar lebih amannya kita pergunakan SSH.

b. SSH

Sama dengan telnet perintah ini juga diperlukan dalam remote mesin, serta pringsipnya sama juga parameternya dengan perintah di Linux dan Windows.

[admin@routerku] > system ssh 192.168.0.21

Parameter SSH diatas, sedikit perbedaan dengan telnet. Jika lihat helpnya memiliki parameter tambahan yaitu user.

——————————————————————————

[admin@routerku] > system ssh ?

The SSH feature can be used with various SSH Telnet clients to securely connect to and administrate the router

user — User name

port — Port number

[admin@routerku] >

——————————————————————————

Misalkan kita akan melakukan remote pada suatu mesin dengan sistem operasinya Linux, yang memiliki Account, username Root dan Password 123456 pada Address 66.213.7.30. Maka perintahnya,

—————————————————————————–

[admin@routerku] > system ssh 66.213.7.30 user=root

root@66.213.7.30’s password:

—————————————————————————-

c. Traceroute

Mengetahui hops atau router apa saja yang dilewati suatu packet sampai packet itu terkirim ke tujuan, lazimnya kita menggunakan traceroute. Dengan tool ini dapat di analisa kemana saja route dari jalannya packet. Misalkan ingin mengetahui jalannya packet yang menuju server yahoo, maka:

—————————————————————————-

[admin@routerku] > tool traceroute yahoo.com ADDRESS STATUS

1 63.219.6.nnn 00:00:00 00:00:00 00:00:00

2 222.124.4.nnn 00:00:00 00:00:00 00:00:00

3 192.168.34.41 00:00:00 00:00:00 00:00:00 4 61.94.1.253 00:00:00 00:00:00 00:00:00

5 203.208.143.173 00:00:00 00:00:00 00:00:00

6 203.208.182.5 00:00:00 00:00:00 00:00:00

7 203.208.182.114 00:00:00 00:00:00 00:00:00

8 203.208.168.118 00:00:00 00:00:00 00:00:00 9 203.208.168.134 timeout 00:00:00 00:00:00

10 216.115.101.34 00:00:00 timeout timeout

11 216.115.101.129 timeout timeout 00:00:00

12 216.115.108.1 timeout timeout 00:00:00

13 216.109.120.249 00:00:00 00:00:00 00:00:00

14 216.109.112.135 00:00:00 timeout timeout

——————————————————————————

d. Sniffer

Kita dapat menangkap dan menyadap packet-packet yang berjalan di jaringan kita, tool ini telah disediakan oleh Mikrotik yang berguna dalam menganalisa trafik.

—————————————————————————-

[admin@routerku] > tool sniffer

Packet sniffering

.. — go up to tool

start — Start/reset sniffering

stop — Stop sniffering

save — Save currently sniffed packets

packet/ — Sniffed packets management

protocol/ — Protocol management

host/ — Host management

connection/ — Connection management

print –

get — get value of property

set –

edit — edit value of property

export –

—————————————————————————-

Untuk memulai proses sniffing dapat menggunakan perintah Start, sedangkan menghentikannya dapat menggunaka perintah Stop.

[admin@routerku] > tool sniffer start

Proses sniffing sedang dikerjakan, tunggu saja beberapa lama, kemudian ketikkan perintah stop jika ingin menghentikannya. Melihat hasil packet yang ditangkap dapat menggunakan perintah print, untuk mengeksportnya dalam bentuk file dapat digunakan perintah export.

–[12]– Kesimpulan

Untuk pemakaian jaringan berskala Kecil-menengah produk dari Latvia ini, dapat menjadi pilihan, saya disini bukan untuk mempromosikan Produk ini. Namun sebagai gambaran, bagaimana memanfaatkan produk ini untuk berbagai keperluan, lagipula sebagai alternatif dari produk sejenis yang harganya cenderung mahal. Dengan Mikrotik yang saat ini sedang populernya diterapkan pada berbagai ISP Wireless, Warnet-warnet serta beberapa Perusahaan. Maka Administrasi Sistem Jaringan dapat lebih mudah dan sederhana. Yang jelas untuk sekedar memanfaatkan fasilitas Routing saja, PC TUA anda dapat digunakan.

Mudah-mudahan paparan diatas dapat membantu pembaca dalam memahami, apa dan bagaimana mikrotik ini.

–[13]– Referensi

Artikel ini merupakan kompilasi dari berbagai sumber

1. Web Blog

- http://dhanis.web.id

- http://okawardhana.web.id

- http://harrychanputra.web.id

2. Website

- http://www.cgd.co.id

- http://www.ilmukomputer.org

- http://www.mikrotik.com

- http://www.mikrotik.co.id

- http://forum.mikrotik.com

oO Using no way as a way, Using no limitations as a limitation Oo

Salam dan terimakasih,

r0t0r

———————————————————————–

Copyleft Unreserved by Law 1995 - 2007 Kecoak Elektronik Indonesia

http://www.kecoak-elektronik.net

.L.A.M.P.I.R.A.N.

Daftar Port dan Protocol berbagai jenis Trojan, Backdoor, Virus. daftar ini dapat saja tidak berlaku, atau dapat pula perlu ditambah seiring perkembangan Malware tersebut. Update terus Filter Rule mesin mikrotik anda. ########## Pembatasan Brute Force #################################

/ ip firewall filter

add chain=input protocol=tcp dst-port=22 connection-limit=1,32

action=add-src-to-address-list address-list=ssh_logins

address-list-timeout=2m comment=”" disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=22 src-address-list=!ssh_logins

action=accept comment=”" disabled=no

add chain=forward src-address=192.168.1.10 protocol=tcp src-port=21

content=”password incorrect” action=add-dst-to-address-list

address-list=ftp_logins address-list-timeout=1m comment=”" disabled=no

add chain=forward src-address-list=ftp_logins action=drop comment=”" disabled=no

########################################################################

Pemblokiran beberapa URL tertentu dapat dilakukan pada mikrotik. Jika paket web-proxy telah terinstall dan web-proxynya juga telah dikonfigurasi, maka perintah dibawah ini dapat disertakan.

Squid Cache + TProxy +Mikrotik

Berdasarkan pengamatan, ada dua model topologi pada jaringan sederhana yang menggunakan mesin linux tambahan dengan squid untuk melakuka http cache. Tulisan ini bermaksud untuk memberikan alternatif topologi dengan memanfaatkan tproxy (A set of kernel patches reimplementing support for userspace transparent proxies).

Kedua model topologi yang umum digunakan adalah;

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Squid sejajar dengan klien dan intersepsi port http dilakukan dengan melakukan dst-nat ataupun /ip proxy parent dengan redirect port (Konfigurasi A).

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Squid berada setelah router dan menjadi router kedua yang melakukan intersepsi melalui iptables redirect (Konfigurasi B).

<!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]-->

<!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]-->

Kedua model ini memiliki kelemahan mendasar sebagai berikut (subyektif);
Hanya satu buah IP Address yang keluar dari Squid ketika menuju baik internet maupun router, karena telah dilakukan NAT, sebagai akibatnya;

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Bagi jaringan yang mengandalkan Mikrotik Router OS sebagai bandwidth shaper, request ke internet dari Squid sudah tidak dapat lagi di shape, sehingga otomatis akan memakan resource bandwidth yang tersisa (silahkan diteliti lebih lanjut), dan shaping akan dilakukan secara global oleh pihak ISP atau penyedia bandwidth.

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Bandwidth yang diberikan pada user (meskipun dijawab oleh proxy) sudah masuk ke dalam shape.

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Untuk yang menggunakan multiple gateway (misalnya memadukan koneksi internasional dari ADSL dan wireless), Squid hanya akan mengambil salah satu, bukan merupakan masalah apabila ADSL - Internasional, Wireless - IIX, tapi menjadi masalah apabila ruter melakukan load balancing, baik secara grup klien maupun berdasarkan session.

Cita-cita
Membangun Squid di dalam Linux Bridge (No additional configuration), menjadi sulit dilakukan karena Squid berjalan pada tatanan aplikasi dan otomatis memerlukan routing. Adapun menggunakan tutorial seperti yang terdapat pada http://freshmeat.net/articles/view/1433/ tidak mengatasi kedua kelemahan di atas karena tetap keluar dalam 1 IP Address. Mungkin untuk diterapkan pada jaringan warnet yang menggunakan sedikit subnet, misalnya 192.168.100.0/24, gateway dan shaping 192.168.100.1 (Mikrotik), dan Squid Cache pada 192.168.100.2 (interface bridge). Sementara cita-cita tersebut terpaksa dilupakan :D, silahkan infonya bagi yang telah berhasil melakukan percobaan. Ada satu tutorial lagi yang dapat dijadikan acuan mengenai penggunaan TProxy pada bridge;

Deskripsi Alternatif
Squid diletakkan sebagai gateway transisi antara klien dan ruter (Squid akan menjadi gateway bagi klien), Linux melakukan routing tanpa melakukan NAT, dan dengan menggunakan TProxy (melakukan patch pada Kernel dan IPTables) serta direktif tcp_outgoing_address pada squid, permintaan pada port 80 akan diteruskan ke ruter mikrotik yang melakukan shaping, NAT dan firewall. Dengan demikian, pada router Mikrotik akan ditambahkan static routing yang meneruskan jawaban dari Internet ke Proxy.

<!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]-->

Alur data (http) menjadi.

Klien (172.16.17.4) –> eth1(172.16.17.1) (intersepsi port 80) –> port 3128 (squid) dengan tcp_outgoing_address menggunakan 172.16.17.1 (gateway klien) —-> routing (tanpa NAT) –> Mikrotik (shaping + NAT) –> Router lain –> Internet –> Kembali ke Mikrotik –> Static Routing ke Gateway Squid –> Intersepsi port 80 –> User
Berikut Langkah secara umumnya;

1. Instalasi standar Linux, OS yang digunakan adalah Debian etch, Kernel 2.6.18
2. Melakukan patching kernel cttproxy
3. Melakukan patching userspace iptables TPROXY
4. Instalasi SQUID dari sourcenya, 2.6.STABLE14 dari Source
5. Konfigurasi SQUID
6. Melakukan Routing tanpa NAT dengan bantuan Firehol
7. Static Routing di Mikrotik Router

Disclaimer

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Sudah dites dalam network berjalan.

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Tulisan ini tidak menerangkan mengenai optimalisasi performa Squid

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Belum tentu benar (namanya juga percobaan), meskipun sudah dites.

<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Yang paling penting, I’m a Linux and Networking N00bs.

Langkah secara lebih mendetil;

1. Instalasi standar Linux, OS yang digunakan adalah Debian etch, Kernel 2.6.18-4

Lakukan instalasi biasa (base), dapatkan ISO Debian Etch-netinstall di mirror-mirror lokal yang banyak terdapat, salah satunya,.Atur skema partisi HDD sesuai

selera anda, berikut skema partisi saya;

df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda1 14G 1.2G 12G 9% /
tmpfs 253M 0 253M 0% /lib/init/rw
udev 10M 48K 10M 1% /dev
tmpfs 253M 0 253M 0% /dev/shm
/dev/sda2 19G 278M 19G 2% /cache1
/dev/sda3 19G 278M 19G 2% /cache2
/dev/sda6 24G 223M 22G 1% /home

2. Melakukan Patching Kernel cttproxy

baca informasi untuk melakukan kompilasi kernel debian di howtoforge, saya menggunakan metoda pertama (Building A Kernel .deb Package) yang kurang lebih langkahnya sebagai berikut (mohon dimaafkan kalau ada kesalahan-kesalahan, karena kompilasi kernel saya lakukan 2 minggu yang lalu, untuk pastinya silahkan baca link di atas);

Instal paket-paket yang diperlukan untuk kompilasi kernel;

apt-get update
apt-get install kernel-package libncurses5-dev fakeroot wget bzip2 build-essential

Download source kernel, dalam hal ini tetap kernel yang sama, karena kompilasi kernel bukan untuk melakukan upgrade kernel;

cd /usr/src/
wget http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/v2.6/linux-2.6.18.4.tar.gz
tar -xzvf linux-2.6.18.4.tar.gz
ln -s linux-2.6.18.4 linux

Download dan Apply patch dari cttproxy
Keterangan mengenai tata cara melakukan patching ada di dalam paket cttproxy

cd /usr/src/
wget http://www.balabit.com/downloads/files/tproxy/obsolete/linux-2.6/cttproxy-2.6.18-2.0.6.tar.gz
cd /usr/src/linux
for i in <pathtocttproxy>/patch_tree/0{1,2,3}*.diff; do cat $i | patch -p1; done

Lakukan kompilasi kernel, aktifkan conntrack, NAT dan TPROXY support (ada di dalam Netfilter Configuration)

make clean && make mrproper
cp /boot/config-`uname -r` ./.config

Anda akan masuk ke dalam menu kompilasi kernel, pilih Load an Alternate Configuration File dan pilih .config

Posisi di menuconfig
-> Networking
—> Networking support
—–> Networking options
——-> Network packet filtering
———-> IP: Netfilter Configuration

Setelah selesai mengaktifkan, ketika keluar dari menuconfig, jawab Yes terhadap pertanyaan Do you wish to save your new kernel configuration?

Build Kernel

make-kpkg clean
fakeroot make-kpkg –initrd –append-to-version=-custom kernel_image kernel_headers

Tunggu agak lama, (kalau kasus saya sekitar satu jam atau lebih)

Install Kernel baru

cd /usr/src/
ls -l<

akan terlihat kedua file berikut;

linux-headers-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb
linux-image-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb

lakukan instalasi file deb tersebut;

dpkg -i linux-headers-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb
dpkg -i linux-image-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb

konfigurasi GRUB bootloader di /boot/grub/menu.lst telah dimodifikasi secara otomatis, anda tinggal melakukan restart sistem, dan pilihan booting default menjadi kernel yang baru kita modifikasi.

shutdown -r now

3. Melakukan patching userspace iptables TPROXY

Ambil source iptables

cd /usr/src/
apt-get source iptables

patch iptables (informasi lengkap ada di README cttproxy)

cd /usr/src/iptables-1.3.6.0debian1
cat <pathtocttproxy>/iptables/iptables-1.3-cttproxy.diff | patch -p1
chmod +x extensions/.tproxy-test
make KERNELDIR=/usr/src/linux

buat paket debnya dan lakukan instalasi

cd /usr/src/iptables-1.3.6.0debian1
dpkg-buildpackage -b -rfakeroot
cd /usr/src/
dpkg -i iptables_1.3.6.0debian1-5_i386.deb

Masukkan rule TPROXY untuk melakukan intersepsi terhadap request http (port 80)

iptables -t tproxy -A PREROUTING -i eth1 -p tcp –dport 80 -j TPROXY –on-port 3128

Pada debian, letakkan perintah ini di /etc/rc.local agar terload ketika sistem di restart, asumsinya user terhubung melalui eth1 (interface Local).

4. Install Squid dari Source (Ambil binary Squid 2.6.STABLE14)

Paket squid yang digunakan adalah 2.6.STABLE14, ambil langsung source codenya dari situs squid-cache karena paket squid dari debian tidak mendukung tproxy.

http://packages.debian.org/changelogs/pool/main/s/squid/squid_2.6.5-6/changelog

squid (2.6.5-2) unstable; urgency=low
* debian/rules
- Remove mispelled configure option enablig TPROXY support
(TPROXY support is NOT enabled since it needs kernel patches which
are not in the kernel sources distributed by debian)

cd /usr/src/
wget http://www.squid-cache.org/Versions/v2/2.6/squid-2.6.STABLE14.tar.gz
tar -xzvf squid-2.6.STABLE14.tar.gz

kompilasi dilakukan sama dengan kompilasi standard debian dengan tambahan opsi -enable-linux-tproxy, apabila ingin melihat standar kompilasi squid pada

debian silahkan instal terlebih dahulu squid dan jalankan dengan -v.

apt-get install squid
squid -v

Instal squid dari source, Jalankan perintah ./configure dalam satu baris.

cd /usr/src/squid-2.6.STABLE14/
./configure –prefix=/usr –exec_prefix=/usr –bindir=/usr/sbin –sbindir=/usr/sbin –libexecdir=/usr/lib/squid –sysconfdir=/etc/squid –localstatedir=/var/spool/squid –datadir=/usr/share/squid –enable-linux-netfilter –enable-storeio=ufs,aufs,diskd,null –enable-arp-acl –enable-removal-policies=lru,heap –enable-snmp –enable-delay-pools –enable-htcp –enable-poll –enable-cache-digests –enable-underscores –enable-referer-log –enable-useragent-log –enable-auth=”basic,digest,ntlm” –enable-carp –enable-large-files –enable-linux-tproxy
make all
make install
cp /usr/src/linux/include/linux/netfilter_ipv4/ip_tproxy.h /usr/include/linux/netfilter_ipv4
cp /usr/include/linux/capability.h /usr/include/sys

5. Konfigurasi SQUID

Pada prinsipnya squid membutuhkan routing untuk meneruskan permintaan ke internet, routing akan tergantung pada aturan routing yang ada di linux anda, pada

contoh ini, apabila kita melihat table routing yang ada;

route
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
10.40.40.0 * 255.255.255.252 U 0 0 0 eth0
172.16.80.0 * 255.255.255.248 U 0 0 0 eth1
default 10.40.40.1 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0

Default gateway nya adalah 10.40.40.1, sehingga secara default semua paket yang diambil oleh squid untuk dilanjutkan ke internet akan menggunakan 10.40.40.1 sebagai routing ke internet. Yang diinginkan adalah agar ketika misalnya ada request dari user dengan IP Address 172.16.80.4 yang gatewaynya ke 172.16.80.1 (IP Address di eth1) ke internet pada port 80 (http), yang kemudian dialihkan ke port 3128 (squid) dengan menggunakan TPROXY iptables, squid akan melakukan binding dengan IP Address 172.16.80.1, yang apabila routingnya sudah diatur (lihat langkah no.6) akan diteruskan ke 10.40.40.1 dengan tetap membawa IP Address user 172.16.80.4 (iptables TPROXY).

Pada squid yang dibutuhkan adalah pengaktifan tproxy, dan memanfaatkan tcp_outgoing address berdasarkan acl src-address, berikut contoh file konfigurasi saya (sebagian). Silahkan eksplorasi lebih lanjut untuk konfigurasi performa squid.

http_port 3128 tproxy transparent

##ACLs###
acl client_3dnet_isplasa src 172.16.17.0/255.255.255.248
acl client_3dnet_alwy src 172.16.17.8/255.255.255.248
acl client_3dnet_anis src 172.16.17.16/255.255.255.248
acl client_3dnet_pkstebet src 172.16.17.24/255.255.255.248
acl client_3dnet_pkstebet2 src 172.16.17.32/255.255.255.248
acl client_sonny src 172.16.35.8/255.255.255.248
acl client_christ src 172.16.35.16/255.255.255.248
acl client_shandy src 172.16.35.24/255.255.255.248
acl client_tono src 172.16.35.32/255.255.255.248

##TCP_Outgoing_Address###
tcp_outgoing_address 172.16.17.1 client_3dnet_isplasa
tcp_outgoing_address 172.16.17.9 client_3dnet_alwy
tcp_outgoing_address 172.16.17.17 client_3dnet_anis
tcp_outgoing_address 172.16.17.25 client_3dnet_pkstebet
tcp_outgoing_address 172.16.17.33 client_3dnet_pkstebet2
tcp_outgoing_address 172.16.35.9 client_sonny
tcp_outgoing_address 172.16.35.17 client_christ
tcp_outgoing_address 172.16.35.25 client_shandy
tcp_outgoing_address 172.16.35.33 client_tono

##Default##
tcp_outgoing_address 10.40.40.2
server_persistent_connections off

Dengan demikian apabila request muncul dari IP Address 172.16.17.4, maka squid akan berjalan pada 172.16.17.1:3128, sehingga request diteruskan dengan tetap membawa IP Address user (172.16.17.4) ke Router Mikrotik yang terletak diatasnya. Pastikan bahwa IP Gateway user merupakan salah satu IP Address yang diassign ke eth1 (local), karena gateway user adalah ke Gateway Linux Squid.

6. Melakukan Routing tanpa NAT dengan bantuan Firehol

Pada umumnya, sebuah gateway akan melakukan NAT sebelumnya melanjutkan request ke internet, namun demikian dengan serangkaian rule iptables (mungkin bisa dengan pendekatan lain, sayangnya saya belum bisa), routing paket bisa diteruskan ke atas (Router Mikrotik), dan NAT akan dilakukan oleh Router Mikrotik.

Untuk melakukan hal ini saya menggunakan firehol yang keterangan dan konfigurasi lengkapnya bisa dilihat di http://firehol.sourceforge.net/, pada contoh ini saya hanya membuat agar firehol melakukan routing terhadap permintaan dari eth1 (local ke user) ke eth0 (public ke mikrotik), apabila dibaca lebih lanjut firehol sangat berguna untuk melakukan konfigurasi firewall apabila tugas firewall ke user ingin dilakukan oleh Linux.

Install Firehol
apt-get install firehol

Agar firehol berjalan ketika sistem di boot

nano /etc/default/firehol
#Rubah NO menjadi YES
START_FIREHOL=YES
#If you want to have firehol wait for an iface to be up add it here
WAIT_FOR_IFACE=””

Konfigurasi standar

cat /etc/firehol/firehol.conf

version 5

interface eth0 tomt
policy accept

interface eth1 toclient
policy accept

## agar dari eth1 bisa melakukan routing ke eth0 ##
router localpublic inface eth1 outface eth0
route all accept

## agar dari eth0 bisa melakukan routing ke eth1 ##
router publiclocal inface eth0 outface eth1
route all accept

## agar paling tidak sesama user local dapat melakukan ping ##
router locallocal inface eth1 outface eth1
route all accept

Menjalankan firehol
/etc/init.d/firehol start

harap diperhatikan bahwa apabila anda melakukan restart pada service firehol, rule iptables yang ada di luar firehol akan hilang, dalam contoh ini adalah rule iptables TPROXY. Setelah anda selesai melakukan modifikasi konfigurasi firehol dan merestart firehol, jalankan kembali rule iptables di luar konfigurasi firehol.

7. Static Routing di Mikrotik Router

Agar Router mikrotik dapat mengetahui kemana paket permintaan dari user dibelakang squid diteruskan, harus dilakukan static routing ke Squid Gateway yang

berada di interface local mikrotik.

/ip route pr
..
A S 172.16.80.0/24 r 10.40.40.2 local
..

Apabila banyak subnet di belakang squid silahkan diarahkan satu persatu. Contoh di atas adalah saya memiliki beberapa user dengan blok ip address 172.16.80.0/29, 172.16.80.8/29 dst, di belakang Gateway Squid. Tambahan, agar supaya Linux bisa berfungsi sebagai DNS, silahkan lakukan instalasi bind, dan pastikan di /etc/resolv.conf ada Name Server yang valid.

apt-get install bind
cat /etc/resolv.conf
nameserver 10.40.40.1Demikian sedikit tulisan ini dibuat, semoga ada gunanya dan mohon ditambahkan, disempurnakan, dicek apabila ada kesalahan


Blog EntryDec 17, '08 4:36 AM
for everyone

Download Area

Halaman ini merupakan mirror download area, supaya pengguna yang ada di Indonesia dan terhubung ke jaringan OpenIXP bisa mendownload installer ataupun paket upgrade dengan lebih mudah.

Lihat juga: change-log terbaru.
Keterangan:
- File dengan nama "*mipsle*" : RB100, RB500
- File dengan nama "*x86*" : PC Intel/AMD/RB200
- File dengan nama "*ppc/powerpc*" : RB300, RB600
- File dengan nama "*mipsbe*" : RB400

Software Instalasi

CD Instalation
Jika Anda bermaksud menginstall Mikrotik di PC Anda, mungkin file inilah yang Anda butuhkan untuk membuat CD Boot instalasi. [panduan]
mikrotik-3.17.iso (21.49 MByte, didownload 569 kali)

Mikrotik NetInstall
Software yang dibutuhkan untuk melakukan netinstall. Masih dibutuhkan juga modul all_packages di bawah. [panduan].
netinstall.zip (6.05 MByte, didownload 8196 kali)

Software Upgrade

Semua modul dalam satu paket


Satu buah paket yang berisikan semua modul Mikrotik. Untuk penggunaan versi 2.9 atau yang lebih baru, gunakanlah paket ini. [panduan]
routeros-mipsbe-3.17.npk (9.87 MByte, didownload 151 kali)
routeros-mipsle-3.17.npk (9.7 MByte, didownload 113 kali)
routeros-powerpc-3.17.npk (10.1 MByte, didownload 98 kali)
routeros-x86-3.17.npk (14.81 MByte, didownload 216 kali)

All Packages
Berisikan paket-paket yang bisa digunakan untuk upgrade versi. Cukup dipilih paket-paket yang dibutuhkan saja saat melakukan FTP ke router. [panduan].
all_packages-mipsbe-3.17.zip (10.88 MByte, didownload 70 kali)
all_packages-mipsle-3.17.zip (10.7 MByte, didownload 65 kali)
all_packages-ppc-3.17.zip (11 MByte, didownload 57 kali)
all_packages-x86-3.17.zip (16.8 MByte, didownload 137 kali)

Mikrotik Driver

RB44 Driver


For windows.
VT6105Mv17MVIA.zip (6.89 MByte, didownload 4572 kali)

Wireless MiniPCI A/B/G
For windows.
wireless_abg.zip (8.37 MByte, didownload 3549 kali)

Script

Script IP Address NICE


Script untuk mengimport IP Address di router NICE ke Address-List NICE di RouterOS. Di generate pada 17 December 2008 16:17:29 WIB ... 603 lines. [panduan]
nice.rsc (24.03 KByte, didownload 29549 kali)

Mikrotik Utility

Winbox


Utility untuk melakukan remote GUI ke Router Mikrotik. For windows.
winbox-2.2.13.exe (34.5 KByte, didownload 36983 kali)
winbox-2.2.11.exe (34.5 KByte, didownload 41273 kali)
winbox-2.2.10.exe (34.5 KByte, didownload 10432 kali)

The Dude
Utility untuk melakukan network monitoring secara advance, termasuk logging dan pembuatan grafik. For windows
dude-install-2.2.exe (1.82 MByte, didownload 3501 kali)

Bandwidth Tester (Server/Client)
Utility untuk melakukan testing besarnya throuput dari komputer ke Mikrotik Router, baik via jaringan kabel ataupun wireless. For windows. Updated Januari 2006
btest.exe (153 KByte, didownload 14598 kali)

Neighbour Viewer dan Mac Telnet
Untuk melihat Mikrotik yang terhubung langsung dengan komputer Anda, dan melakukan telnet berbasis mac address (tidak membutuhkan ip address)
neighbour.zip (130.38 KByte, didownload 9387 kali)

MT Syslog Daemon
Merupakan server log system, untuk menerima kiriman pesan log dari router
MT_Syslog.exe (232 KByte, didownload 5096 kali)

Trafr Sniffer
Trafik Sniffer stream reader for Linux
trafr.tgz (2.57 KByte, didownload 2623 kali)

Kiss The Net (KTN) Beta 1
Network scanner sederhana, menampilkan hasil dalam format pdf.
KTN_1.0beta1.zip (1.66 MByte, didownload 5022 kali)

 

download beberapa sofware di di sini  dan di sini untuk mikrotik 2.9.27 full crack


Blog EntryDec 17, '08 4:32 AM
for everyone

pakailah software ini untuk perbaiki hardisk yang bad sector...

Attachment: HDD_Bad_Sector_repair_2008.rar

Photo Albumhasil kerja siswa membuat logo dengan corelDec 3, '08 2:34 AM
for everyone

Blog EntryDec 3, '08 2:20 AM
for everyone
Seorang guru yang baik adalah guru yang mengenali karakteristik siswanya dan menggunakan pengetahuannya untuk merancang kegiatan belajar yang bermanfaat bagi siswanya. Selain itu, guru juga harus mengenal tujuan dari belajar materi ajarnya. Karena itu, di dalam panduan ini disajikan beberapa hal tentang karakteristik siswa, tujuan belajar matematika, dan implikasinya dalam pembelajaran matematika. Khusus untuk Sekolah Bertaraf International, di samping semua hal di atas, guru juga perlu memiliki kemampuan menyajikan pembelajaran matematika dalam bahasa Internasional yang disepakati
Attachment: MATEMATIKA.doc

Blog EntryDec 3, '08 2:13 AM
for everyone
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah melalui Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Pertama mulai tahun 2007 mengembangkan sekolah yang sudah memenuhi Standar Nasional (SSN) menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Pengembangan SBI dilakukan secara menyeluruh, meliputi kurikulum, buku ajar, kamus, pedoman pembelajaran, rencana pembelajaran, media pembelajaran, dan pedoman penilaian. Pembelajaran IPA merupakan kunci utama hasil belajar IPA. Pembelajaran IPA mengembangkan proses inkuiri, di mana siswa aktif melakukan observasi, investigasi, dan eksperimentasi. Diharapkan siswa mengembangkan keterampilan proses sains, penguasaan berbagai konsep-prinsip-hukum IPA, dan sikap ilmiah sehingga timbul apresiasinya terhadap kelestarian alam sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Pembelajaran memanfaatkan fenomena alam di lingkungan sekitar siswa dilanjutkan dengan pemanfaatan ICT untuk menambah informasi dan memvisualisasikan proses-proses alam yang kompleks agar mudah dipahami siswa.
Penilaian hasil pembelajaran IPA dilakukan secara menyeluruh, meliputi proses, produk, dan sikap ilmiah. Penilaian dilakukan secara terencana, tertahap, dan kontinyu melalui berbagai jenis, teknik, dan bentuk instrumen untuk mengetahui perkembangan belajar siswa. 
Pengembangan kurikulum mata pelajaran IPA dilakukan secara terpadu, melibatkan ilmu fisika, biologi, dan kimia yang terwujud dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang merata di setiap semester. Dengan keterpaduan tersebut diharapkan siswa dapat belajar menghadapi setiap gejala alam baik gejala fisis, kimis, dan biologis melalui berbagai disiplin ilmu IPA.
Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) SBI disusun berdasarkan Standar Isi Nasional Pendidikan IPA dan hasil kajian dari berbagai standar isi internasional, di samping pengalaman para praktisi. SK dan KD tersebut merupakan standar minimum yang dapat ditambah oleh sekolah dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). SK dan KD untuk mata pelajaran fisika, biologi, dan kimia didistribusikan secara merata dalam setiap semester agar pembelajaran IPA dapat dilakukan secara terpadu



NoteGuestbook
   
joiswara wrote on Mar 29, '09
joiswara wrote on Mar 29, '09
joiswara wrote on Mar 29, '09
add my grup SpensaGress
upaitworld wrote on Sep 23, '08
go SBI....
ronieyuan11 wrote on May 13, '08
spensaholic..
nag9f wrote on May 12, '08
spensa keren skali........


9f apalagi.....


hahahaha
diita wrote on Apr 29, '08
spensakuu. :)
smp1gresik wrote on Sep 28, '07, edited on Jun 2, '08
silakan masuk sebagai guest, mungkin ada saran atau kritik tentang manajemen di sekolah kita, smp 1 gresik yang heeboh....
Pages:123
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design - Copyright © 2005 sonnenvogel.com All rights reserved.